Ayat al quran tentang berqurban

Menurut etimologi bahasa Arab, kata qurban berasal dari qariba-yaqrabu-qurban yang berarti dekat. Jadi, istilah qurban berarti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyembelih hewan. Hewan yang biasanya disembelih adalah hewan ternak, yaitu sapi, kambing, unta, dan domba.

Proses penyembelihan dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan hari raya haji atau IdulAdha. Sama seperti ibadah lainnya, mulai dari pemilihan hewan, siapa yang berqurban, dan bagaimana cara penyembelihan yang sesuai hingga siapa saja yang berhak menerima qurban telah diatur dalam syariat.

Dilansir dari kitabisa.com, ibadah qurban sendiri hukumnya sunnah muakkad, artinya sunnah yang dikuatkan atau sunnah yang diharuskan. Beberapa ulama mendukung sunnah muakkad harus dilakukan oleh orang yang mempunyai kemampuan berqurban, sedangkan bagi yang tidak, hukum qurban adalah sunnah.

Menurut Imam Abu Hanifah, hukum qurban bagi mereka yang mampu dan sedang tidak dalam keadaan bepergian hukumnya wajib. Jadi, apa hukum, dalil qurban yang sebenarnya?

Ayat Alquran Untuk Berqurban

Secara tidak langsung, Allah mengirimkan umat Islam untuk berqurban melalui surat Al-Kautsar ayat 2:

“Maka dirikanlah Salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”. (Q.S. Al-Kautsar: 2).

Penggalan ayat di atas Allah mengisyaratkan ibadah selain salat, maka umat Islam diminta untuk berqurban. Oleh karena itu, menyembelih hewan qurban sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

Selain Al-Kautsar, pembahasan tentang qurban saat IdulAdha juga bisa dilihat dalam Alquran surat Al-Hajj ayat 34:

“Dan bagi tiap-tiap orang yang telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) terkait mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah direzekikan Allah bagi mereka, maka Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa karena itu berserah dirilah kamu kepada-nya, dan berilah-cari pembicaraan pada orang-orang yang menyetujui (patuh) pada Allah”.

Ayat di atas dikuatkan lagi dengan firman Allah yang terkandung dalam surat Al-Hajj ayat 36-37:

“Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang cukup puas dengan apa yang perlu dipertanyakan dan orang yang meminta. Daging-daging qurban dan darahnya sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya”.

Ketiga ayat di atas dapat disimpulkan, berqurban merupakan ibadah yang disyariatkan terhadap orang yang mampu. Jadi, ketika kita mempunyai harta yang cukup untuk membeli dan menyembelih hewan qurban, mari kita berqurban sesuai dengan ketentuan agar bisa mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Waktu Berqurban

Dalil qurban juga bisa ditemukan dalam hadist karena selain Alquran, hadist pula merupakan pedoman umat Islam dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari agar sesuai dengan tuntunan Allah dan Nabi Muhammad. Berkenan dengan hadist tentang waktu berqurban yang disarankan, yakni

“Barangsiapa menyembelih sebelum salat, dibawahnya ia menyembelih pergi lagi sebagai gantinya. Barangsiapa belum menyembelih, berusaha menyembah dengan nama Allah”.

Hadist di atas dapat disimpulkan, menyembelih hewan qurban sebelum salat IdulAdha sangat tidak disukai. Sebaiknya, penyembelihan hewan qurban dilakukan setelah salat dengan ketentuan tertentu.

Demikianlah dalil qurban yang dimaksudkan sebagai referensi bagi yang ingin berqurban. Wallahu A’lam Bishowab.

Bagikan:

Menu