fenomena dalam Alquran yang telah terbukti kebenarannya

Alquran bukan hanya kitab yang berisi tata cara ibadah, melainkan di dalamnya terkandung banyak ilmu dan hikmah yang sampai hari ini belum seluruhnya terungkap. Bagi siapa pun yang rajin mempelajarinya, maka ia akan menemukan mukzijat-mukzijat yang menakjubkan.

Pada abad ke-14, bula Ramadan menjadi momentum yang sepenuhnya baru bagi manusia. Saat itu, teka-teki tentang tujuan penciptaan manusia sekaligus keprihatinan terhadap kondisi masyarakat menyita perhatian seorang lelaki yang berasal dari Bani Hasyim.

Laki-laki tersebut ialah Muhammad. Demi mencari jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut, Muhammad memilih menyendiri dan menenangkan pikirannya di Gua Hira. Berharap menemukan jawaban dari kegelisahannya itu.

Saat itulah, sebuah anugerah yang besar Allah berikan padanya. Dengan membawa wahyu, Jibril datang padanya. Saat itu Jibril mengatakan,“Iqra!”. Kemudian tubuh Muhammad bergetar hebat, lalu ia menjawab apa adanya,”Aku tidak bisa membaca.”

Percakapan tersebut terulang sampai tiga kali. Dan dari buku-buku tafsir, kita mengetahui, selanjutnya Jibril membacakan Surah Al-Falaq ayat 1-5 kepada Muhammad. Dan di malam yang penuh keberkahan itu, suami Khadijah yang dikenal jujur diangkat sebagai utusan Allah  (Rasulullah).

Seiring perkembangan waktu dan teknologi, kini semakin banyak fakta sains dalam Alquran yang telah terbukti. Hal tersebut menujukkan Alquran bukanlah karangan manusia, melainkan firman Allah yang kebenarannya tak diragukan.

Saudaraku yang dirahmati Allah, berikut penulis paparkan beberapa fenomena dalam Alquran yang telah terbukti kebenarannya. Dilansir dari qultumedia.com:

1. Bertemunya Dua Lautan

Pertemuan antara dua arus laut terjadi di Selat Gibraltar, tepatnya di antara Spanyol dan Maroko. Menurut para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi karena air laut dari Samudera Atlantik dan dari Laut Mediterania mempunyai karakteristik yang berbeda, dilihat dari suhu air, kadar garam, dan kerapatannya.

Mengenai fenomena tersebut, Alquran telah menjelaskannya 14 abad silam. Allah Swt berfirman:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman: 19-20).

2. Garis Edar Tatasurya

Menurut ahli astronomi, matahri bergerak dengan kecepatan 720.000 km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti matahari telah bergerak sejauh 17.280.000 kilometer dalam sehari.

Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan dalam jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta pun sama. Fenomena tatasurya dan garis edar ini sudah tertulis dalam Alquran. Allah Swt. Berfirman:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Q.S. Al-Anbiya: 33).

3. Ledakan Big Bang atau Raksasa

Big Bang dipercaya sebagai peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Teori ini berdasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.

Berdasarkan teori, dikatakan, alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, lalu mengembang secara terus-menerus hingga hari ini. Hal demikian sudah disampaikan dalam Alquran, Allah Swt. Berfirman:

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?” (Q.S. Al-Anbiya: 30).

4. Api di Dasar Laut

Fenomena ini ditemukan oleh seorang ahli geologi berasal dari Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov, dan seorang ilmuwan asal Amerika Serikat. Saat itu mereka meneliti kerak bumi dan patahannya di dasar laut lepas pantai Miami. Mereka kemudian menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius.

Fenomena di atas ternyata telah tertulis dalam Alquran. Allah Swt. Berfirman:

“Dan laut yang di dalam tanahnya ada api.” (Q.S. At-Tur: 6).

5. Sungai di Dasar Laut

Fenomena sungai di dasar laut pernah ditemukan oleh ilmuwan asal Prancis bernama Jaques Yves Cousteau. Para ahli telah menyebut fenomena ini sebagai lapisan hidrogen sulfida karena air yang mengalir di sungai dasar laut ini mempunyai rasa air tawar. Selain itu, sungai dasar laut ini ditumbuhi oleh daun-daun dan pohon.

Fenomena di atas telah ditulis dalam firman Allah Swt. yang artinya:

“Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (Q.S. Al-Furqon: 53).

Bagikan:

Menu