Keutamaan dan manfaat penghafal al quran

Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam yang berisi petunjuk untuk kehidupan manusia. Menghafal Alquran termasuk ibadah yang bisa dijadikan sebagai tujuan hidup dalam Islam jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan tidak mengharapkan pujian di dunia , sebagaimana fungsi Alquran bagi kehidupan dan keajaiban di dunia.

Salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar Alquran adalah mereka yang memiliki hafalan Alquran sebagai cara dan bentuk manfaat Alquran setiap hari. Allah Swt. berfirman dalam Alquran:

“Bahkan, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu”. (Q.S. Al-Ankabut: 49).

Mengamalkan Alquran diutamakan bagi semua umat Islam di dunia. Karena di sini ada penjelasan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang dikeluarkan untuk umat Islam. Yakni, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan lainnya. Maka, Alquran merupakan petunjuk yang berisi penjelasan tentang seluruh kehidupan manusia. Untuk itu menhafal dan membaca Alquran adalah bagian penting dari kehidupan seorang muslim dan muslimah.

Berikut keutamaan para penghafal Alquran yang diberi kenikmatan oleh Allah, dilansir dari islampos.com:

1. Mendapat Kenikmatan Dunia

Menurut beberapa hadits, satu kesenangan dunia adalah hafal dengan Alquran, maka Allah akan senantiasa memberikan kemudahan, bahkan Allah izinkan hamba-nya untuk iri pada seseorang yang diberi kesenangan dalam menghafal Alquran.

Pengertian tersebut telah dituliskan dalam hadits sebagai berikut:

“Tidak boleh ada seseorang berkeinginan, kecuali dalam dua perkara, meminta seseorang yang dituntut oleh Allah Swt Alquran kemudian membacanya sepanjang malam dan siang, jadi membaca tetangganya sambil membaca, kemudian ia berkata,”Andaikan Saya telah memilih si fulan bertanya, jadi aku dapat dilakukan dengan si fulan dilakukan”. (HR. Bukhari).

2. Menambah Pahala Kebaikan

Manfaat dari menghafal Alquran adalah menmabhanya pahala kebaikan. Semua manusia berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan pahala. Pahala inilah yang akan menghantarkan manusia ke surga. Pahala yang didapat dari kehormatan yang dilakukan selama hidup, salah satunya dengan membaca Alquran, maka Allah pun akan melipat gandakan pahala ini untuk orang-orang yang istiqomah.

“Barang siapa yang membaca satu huruf saja dari Kitabullah, maka seseorang akan mendapatkan keuntungan satu kali. Akan tetapi, setiap kebaikan akan dibalas dengan kehormatannya”. (HR. Tirmidzi).

3. Mencerminkan Seorang Murid yang Berilmu

Seseorang yang berilmu mempunyai nilai lebih. Karena sebagai manusia sudah pasti membutuhkan ilmu untuk memperbaiki akhlaknya. Lain halnya dengan harta, orang yang berilmu senantiasa mempunyai jabatan lebih. Dalam Alquran pun, orang yang hafal Alquran sangat istimewa.

Allah Swt. Berfirman dalam Alquran:

“Sebenarnya, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang mendapat ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang yang dzalim”. (Q.S. Al-Ankabut 29: 49).

4. Mendapat Derajat dan Wibawa yang Lebih Baik

Membaca Alquran akan membuat Anda lebih berilmu. Dengan demikian, orang-orang pun akan menghormati penghafal Alquran dan disenangi, disayangi, bahkan dikagumi banyak orang. Karena akan termotivasi dalam diri yang lainnya untuk semangat dalam menghafal Alquran.

“Orang-orang yang hebat dalam membaca Alquran akan selalu ditemani para malaikat pencatat yang paling dimuliakan. Dan taat pada Allah Swt. dan orang tua yang terbata-bata dalam membaca Alquran lalu bersusah payah mempelajarinya, maka dia akan mendapatkan dua kali pahala”. (HR. Bukhari).

5. Menghormati Seorang Hafidz Disukai Allah

Allah melihat seseorang yang menyenangi dan mengagumi hafidz sama saja mengagungkan Allah. Artinya, dengan kekuatan dari Allah memberikan kemampuan kepada hafidz untuk bisa menghafal banyak ayat. Demikianlah, mengagumi kekuasaan Allah yang membentuk rahmat pada seorang penghafal Alquran.

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Alquran yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil”. (HR. Abu Daud).

Bagikan:

Menu