Liburan ke Aceh ? Ini 5 kuliner khas Aceh yang harus kamu coba!

kuliner

Aceh merupakan pulau yang terletak di ujung Sumatera, dan provinsi paling barat di Indonesia. Kota ini memiliki julukan “Serambi Makkah”, dikarenakan Aceh menjadi wilayah pertama yang memeluk agam Islam di masa kerajaan Samudera Pasai, Aceh juga memiliki peran penting dalam persebaran agama Islam ke seluruh wilayah di Indonesia,dan Aceh merupakan pusat transit jemaah haji pada masa lalu dengan kapal sebelum menuju Mekkah.

Kota yang dijuluki Serambi Makkah ini memiliki mayoritas penduduk menganut agama Islam dan Syariat Islam yang sangat kental. Sehingga wilayah di ujung Sumatera ini merupakan satu-satunya bagian dari kepulauan yang masih menjatuhkan hukuman kepada penduduknya berdasarkan hukum Islam.

Kota Aceh terkenal dengan pesona alamnya yang indah, dengan pantai-pantai cantik yang diapit oleh kedua Samudera Hindia dan Selat Malaka. Keindahannya kerap membuat para wisatawan ingin kembali berkunjung untuk menikmati kekayaan alam Aceh yang masih sangat alami. Tak hanya pantainya, melainkan Aceh juga memiliki beragam makanan khas yang terkenal kelezatannya.

Tanpa basa basi lagi, berikut tim redaksi berikan beberapa rekomendasi kuliner lezat khas Aceh yang bisa Sobat Halal pilih!

1. Mie Aceh

(foto: phinemo.com)

Seperti namanya, mie aceh memang makanan yang berasal dari Aceh, yang hampir terkenal di seluruh kota-kota yang ada di Indonesia. Mie yang terbuat dari mie kuning yang tebal dengan warna yang cenderung kuning cerah, ditambah campuran sayur dan bumbu-bumbu khas Aceh, yang disediakan dalam tiga jenis, yaitu Mie aceh goreng, Mie aceh tumis dan, Mie aceh kuah.Penyajian mie aceh ini biasanya ditambahkan dengan irisan daging sapi, daging kambing, atau makanan laut seperti udang dan cumi.

Cita rasa mie asal Kota Serambi Makkah ini sangat khas dengan rasa lebih tajam dan kaya akan rempah.  Dengan tambahan kuah sup sejenis kari yang gurih dan pedas, lalu ditaburi bawang goreng, kerupuk emping, irisan bawang merah mentah, cabai rawit mentah, potongan mentimun, dan jeruk nipis, membuat rasa bumbu-bumbu ini memiliki nuansa tersendiri saat dimulut.

2. Sate Matang

(foto: suparta/acehkini)

Apa yang terlintas di pikiran Sobat Halal saat mendengar nama sate matang ? Bagi Sobat yang belum mengenal makanan khas Aceh ini, pasti mengaitkan maksud matang  yang berarti sudah masak. Ternyata, kata matang pada nama sate ini berasal dari singkatan nama daerah asal makanan ini, yaitu Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen.

Perbedaan sate matang khas Aceh dengan sate pada umumnya terletak pada penyajiannya  yang sangat berbeda . Makanan tradisional Kota Serambi Makkah ini disajikan bersama dengan nasi, kuah soto, dan ditambah bumbu kacang. Dalam kuah soto tersebut biasanya berisi potongan kentang dan daging, sehingga terasa lebih gurih.

Perpaduan sate dan kuah soto yang gurih, serta rasa bumbu kacang yang manis, tentunya akan menghasilkan sensasi rasa yang nikmat saat dinikmati.  Selain itu, tekstur daging yang empuk  membuat kenikmatan Sate Matang ini semakin komplit.

3. Kopi Tarik

(foto: Adi Warsidi/acehkini)

           Siapa sih yang gatau kopi? Nah, Aceh juga memiliki sajian kopi yang khas nih!Kopi khas Kota ujung Sumatera ini dinamakan Kopi Tarik. Penamaan itu diberikan karena pembuatannya memang dengan cara menarik-narik air kopi dari satu gelas ke gelas lainnya.

Bukan tanpa alasan penarikan pembuatan kopi itu dilakukan, tetapi hal itu dimaksudkan agar terciptanya buih-buih kental yang ada di lapisan teratas kopi, semakin banyak jumlah buih yang dibentuk, maka cita rasanya pun akan semakin nikmat.

4. Martabak Aceh

(foto: mieacehjalyjaly.wordpress.com)

           Makanan khas Aceh selanjutnya yang harus Sobat cicipi saat berkunjung ke Kota Serambi Makkah adalah “Martabak Aceh”. Kalau dilihat sekilas martabak ini terlihat seperti telur dadar biasa, tetapi ketika dimakan rasanya akan sangat berbeda.

Jika pembuatan martabak telur pada umumnya menggunakan kulit sebgai pembungkusnya, dan telur sebagai isiannya. Berbeda dengan martabak aceh , sebagai isian, martabak khas daerah ujung Sumatera ini menggunakan kulit untuk isiannya, dan telur sebagai pembungkusnya, sehingga akan membuat cita rasa yang khas dan akan membuat sensasi tersendiri saat menyantapnya. Tak lupa untuk acarnya, Martabak Aceh ini menggunakan irisan bawang merah dan butiran cabe rawit yang akan membuat rasa semakin komplit. Untuk penyajian, martabak ini bisa dijadikan sebagai cemilan dan juga bisa disajikan dengan kuah kari.

5. Ayam Tangkap

(foto: panduanwisataaceh)

           Terakhir ada ayam tangkap. Menyantap makanan inisudah menjadi kebudayaan bagi masyarakat Aceh. Ayam tangkap ini terbuat dari olahan ayam kampung yang dibumbui rempah-rempah yang melimpah, seperti  bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe dan garam. Tak hanya ayam dan rempah, Ayam tangkap juga menggunakan dedaunan seperti daun kari, potongan daun pandan, dan daun salam koja.

Ayam Tangkap memang disajikan dengan dedaunan yang menutupi ayam sehingga terlihat bahwa ayam sengaja diletakkan di bawah dedaunan, dan itulah yang menjadi ciri khas Ayam Tangkap ini. Makanan ini mempunyai tekstur yang renyah diluar, namun dagingnye tetap empuk dan gurih di dalam.

Itu beberapa rekomendasi kuliner khas Aceh dari tim redaksi, Sobat Halal udah punya list kuliner dong untuk.

Sampai di sini dulu ya rekomendasi dari tim redaksi. Jangan lupa untuk terus pantau rekomendasi kuliner daerah lainnya dari tim redaksi!

Bagikan:

Menu