OUTLOOK EKONOMI SYARIAH 2021 “Momentum Akselerasi Ekonomi Syariah yang Berdaya Tahan”

Seminar online (webinar) bertajuk Ekonomi Syariah Outlook 2021 yang mengusung tema “Momentum Akselerasi Ekonomi Syariah yang Berdaya Tahan”, merupakan salah satu dari rangkaian acara Anugrah  Republika 2020 (ASR 2020), sebagai apresiasi para pelaku ekonomi syariah, lembaga keuangan syariah, industry halal, hingga tokoh syariah, yang memberikan kontribusi terhadap kemajuan ekonomi syariah di Tanah Air.

Webinar ini dihadiri oleh beberapa panelis, diataranya ada Anwar Bashor (Direktur DEKS Bank Indonesia), Sutan Emir Hidayat (Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS), Adiwarman Karim (Pakar Ekonomi Syariah),  Arief Rosyid, (Ketua Pemuda DMI) dan Erick Thohir (Menteri BUMN Republik Indonesia) sebagai Keynote Speaker.

Pada awal sesi, Sutan Emir Hidayat menyampaikan bahwa pada tahun 2020 ini bukan hanya kabar buruk mengenai kondisi ekonomi yang menantang, tetapikita juga mempunyai kabar baik tentang keberhasilan Indonesia menjadi peringkat keempat pada Global Islamic Economy Report 2019-2020, yang mana sebelumnya Indonesia menempati peringkat kelima, tak hanya itu, Indonesia juga berhasil menempati peringkat  pertama dalam Halal Torism berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI)2019. Secara period eke periode Indonesia juga ada perkembangan yang positif dari sector keuangan syariah, yaitu dari market share.

Pada sesi kedua Anwar Bashori menekankan bahwa, ekonomi syariah dan keuangan syariah bukanlah sector sampingan, Bank Indonesia bersama stakeholder terkait sangat mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Beliau juga menyatakan bahwa ada tiga pelajaran yang harus kita lakukan sebagai sobat syariah , pertama itu kita harus kuat, sabar, dan tawakal, tetapi juga harus optimis, kalau kita hanya melihat indikator-indikator yang minus terus, itu tidak akan membuat kita menjadi berkembang. Dengan kejadian covid ini, muncullah peradaban baru, contohnya saja digitalisasi kita meningkat.

Key messeges dari beliau adalah yang pertama, Kebijakan mainstreaming ekonomi syariah nasional harus dilakukan secara komprehensif sebagai top down policy dan menjadi bagian dari kebijakan nasional, lalu kedua naiknya posisi Indonesia dan mulai terajutnya ekosistem HVC akan memberikan prospek usaha bagi ekonomi syariah dan lembaga keuangan syariah untuk saling bermitra, dan yang terakhir Indonesia sedang “berproses menuju centre of excellence ekonomi dan keuangan syariah global”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Adiwarman Karim menyampaikan mengenai perubahan geopolitik di dunia, perubahan geopolitik dunia tentunya akan menyebabkan perubahan politik dalam negeri. Menurutnya, pada Februari 2021 mendatang, akan terjadi perubahan geopolitik ketika pelantikan presiden baru Amerika Serikat, Joe Biden. Diduga dengan perubahan itu maka Amerika akan kembali ke Indo Pasific dan wajah politik Indonesia akan diduga lebih ramah akan Islam dan tentunya akan berpengaruh pada ekonomi maupun keuangan syariah di Indonesia.

Sebagai penutup materi, Meteri BUMN Republik Indonesia mengungkapkan, sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, Indonesia harusnya bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Untuk mewujudkan mimpi itu kita harus bersatu, bahu membahu dan saling menguatkan seperti yang sudah tercantum dalam al-qur’an. Pemerintah Indonesia berinisiatif untuk melakukan penandatanganan kondisional merger agreement untuk menyatukan ketiga bank-bank syariah Nasional, yakni Bank BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Bank BNI Syariah.” Langkah ini merupakan tonggak sejarah untuk kita semua, tonggak pertama, persiapan dan tinjauan-tinjauan untuk merealisasikan rencana penggabungan bank-bank syariah Nasional” ujar Erick dalam sebuah tayangan video yang diputarkan pada acara webinar  Outlook Ekonomi Syariah 2021 pada Rabu, 2 Desember 2020.

“Langkah ini menjadi panggilan untuk menegakkan ekonomi syariah dan memakmurkan masyarakat serta membuka kesempatan lebih luas dan berguna sebanyak-banyak bagi oranng lain” ucapnya. Erick berharap, dengan menguatnya fungsi bank syariah akan mendekatkan tujuan ekonomi syariah Indonesia yang mengutamakan keadilan bagi semua umat.

Beliau juga mengajak semua pihak bekerja berlandaskan akhlak untuk mewujudkan pilar kekuatan baru ekonomi nasional.

Bagikan:

Menu