Alasan Mendasar Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Tak Bisa Disepelekan

Pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang kini mulai dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Padahal, pekerjaan ini membutuhkan tenaga ekstra, pikiran yang terus berkembang, hingga kesabaran tak bisa dihentikan.

Namun, sebagian orang menganggap sangat rugi jika wanita hanya berhenti di dapur dan kasur semata menjadi ibu rumah tangga. Pekerjaan ibu di rumah sering dianggap sebagai kerjaan sepele yang tak butuh intelektual dan keterampilan khusus.

Padahal, jika dibandingkan dengan kerjaan lainnya pekerjaan ini juga tak jauh berbeda karena tetap membutuhkan layanan professional dan dedikasi penuh. Berikut adalah alasan utama mengapa pekerjaan rumah tangga tak bisa dipandang sebelah mata.

Jam Kerja Lebih Lama

Banyak yang berpikir pekerjaan ibu rumah tangga mudah dilakukan karena tak terburu-buru dengan waktu layaknya bekerja di kantor. Pekerjaannya pun bisa diselesaikan di rumah tanpa perlu merasakan penatnya suasana macet ibu kota.

Mereka tak dihadapkan pada rutinitas menjemukan selama 7 hingga 8 jam sehari. Anggapan tersebut justru keliru. Hal ini dikarenakan ibu rumah tangga memiliki jam kerja lebih lama jika dibandingkan pegawai biasa.

Contohnya saja jika kamu memiliki anak usia 5 sampai 13 tahun, maka rata-rata jam kerja yang dibutuhkan adalah 14 jam setiap harinya. Tak terbayang bukan seberapa banyak kerjaan yang kamu lakukan.

Banyak Kerjaan yang Harus Dilakukan

Jam kerja lebih lama tentunya membuat pekerjaan ibu rumah tangga lebih banyak. Bahkan bisa dikatakan pekerjaan ini jauh lebih ketat dari pegawai pada umumnya. Mereka biasanya dihantui dengan adanya skema kerjaan yang tak pernah ada habisnya.

Mulai dari mengurus kebutuhan keluarga, menyiapkan makanan, hingga membersihkan sudut-sudut rumah yang tak kelihatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ahli optic di tahun 2013 menyebutkan terdapat 26 jenis pekerjaan yang harus dilibas ibu rumah tangga dalam waktu 24 jam.

Tentunya daftar kerjaan ini sudah bikin geleng-geleng kepala, jika hanya dipikirkan dan tak terealisasikan. Jadi, yakin masih menganggap sebelah mata pekerjaan ibu rumah tangga? Sebaiknya Kamu yang berpikir seperti ini mulai ubah pandanganmu pada ibu rumah tangga.

Tak Memiliki Waktu Sendiri

Banyaknya pekerjaan rumah tangga membuat mereka kehilangan waktu-waktu khusus untuk memanjakan diri sendiri. Banyak yang menyebutkan jika ibu rumah tangga hanya memiliki waktu sisa sekitar 1 jam bahkan hanya 7 menit untuk pengembangan diri sendiri. Sisanya mereka berikan untuk mengurus keperluan seluruh anggota keluarga.

Fakta tersebut membuat jangan lagi berpikir jika ibu rumah tangga kerjaannya simpel sisanya hanyalah dipakai untuk menggosip atau menonton drama Korea saja. Pasalnya, tak ada celah sedikitpun bagi mereka untuk bermalas-malasan atau bahkan sekedar menggunjing perbuatan orang lain dengan tetangga rumah.

Wajib Multitasking

Jenis pekerjaan ibu rumah tangga yang berbeda ini membuat ibu rumah tangga harus menguasi beberapa keterampilan sekaligus. Contohnya keterampilan meracik makanan lezat, pandai mengatur keuangan, hingga membersihkan segala sudut ruangan. Keterampilan ini bukan keterampilan biasa jika tak dilakukan dengan segenap hati dan kesabaran ekstra.

Pekerjaan rumah tangga tak hanya sebatas memasak dan bersih-bersih saja. Pasalnya, ibu rumah tangga juga harus siap sedia membantu anak-anak dalam menyelesaikan tugas dan menemukan solusi kesulitan belajar mereka. Tugas ini membuat kamu calon ibu rumah tangga harus mempersiapkan pendidikan untuk memberikan pengajaran kepada anak tersayang.

Sering Merasa Kesepian

Banyaknya pekerjaan ibu rumah tangga yang harus diselesaikan membuat kondisi psikis dan fisik sangat terpengaruh. Tak heran jika banyak diantara ibu rumah tangga yang merasakan kesepian hingga depresi dan tertekan karena pekerjaan yang terus menghantuinya.

Kondisi ini akan semakin parah jika tak mendapatkan simpati dan empati dari orang terdekat. Banyak orang menganggap jika ibu rumah tangga yang sering mengeluh adalah orang malas dan tak becus mengurusi keperluan keluarga. Sehingga mereka kehilangan sosok yang dapat mengerti dan memahami perasaan mereka.

Padahal, curhat dan berkeluh kesah adalah media yang dapat mengembalikan energi dan semangat ibu untuk kembali melakukan pekerjaannya. Kini kamu yang menjalankan profesi ibu rumah tangga, tak perlu lagi merasa minder dan rendah karena tak memiliki karir yang matang.

Pasalnya, ibu rumah tangga sama kerennya dengan working mom yang memiliki karir luar biasa di luar sana. Selain itu, pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia sehingga tak sepantasnya dianggap sebelah mata.

deskripsi:

Bagikan:

Menu